^^

Selasa, 29 Maret 2011

There's still life after a love ends..








Saya atau semua remaja pasti ga jauh dari kata 'love', percaya atau ga banyak anak remaja sekarang yang sudah atau sedang mengalami masa-masa pacaran. Apa sih arti dari kata 'love' itu sendiri? Jujur yang saya tau dari kata 'love' itu sendiri hanyalah saat-saat dimana saya berbunga-bunga saat menerima bbm dari si dia, saat dimana muka saya memerah saat bertemu dengan nya, saat saya salting sendiri saat berbicara atau menelponnya dan saat dimana segala sesuatu di hidup saya menjadi serba dia.

Cinta itu seperti sihir yang menghipnotis diri kita. Saat jatuh cinta itu biasanya yang kita lihat hanyalah hal-hal positif tentang dirinya, namun saat patah hati semua hal-hal negatif tentangnya baru terlihat oleh kita.

Jujur saya pernah mengalami dilema oleh cinta, dimana saya sedang jatuh cinta oleh seseorang yang tidak semestinya saya cintai, namun saat saya akhirnya memutuskan untuk serius menjalin hubungan dengannya saat itulah saya melihat hubungan dekat dirinya dengan sahabat saya. Perasaan saya waktu itu tidak menentu rasanya ingin sekali memaki sahabat saya atau melakukan hal konyol apapun saat itu namun saya tidak melakukan apapun, saya hanya bertanya pada mereka tentang kedekatan mereka, walaupun saya tetap menerima jawaban yang tak pasti kebenerannya.

Saya tau saya dan para remaja lainnya pasti mengalami masa-masa pacaran yang berakhir buruk atau menyedihkan dan saya juga tau bahwa banyak dari kita yang merasa saat itu dunia kita berakhir pula.

Nah, saya hanya ingin memberikan masukan tentang cinta. Kita boleh menikmati masa-masa remaja dengan mencintai maupun dicintai. Namun jangan pernah menyampingkan hal-hal lain di sekitar kita. Pada umumnya saat kita pacaran kita sering menyampingkan hal-hal lain yang biasa kita lakukan, seperti hang-out bareng teman, makan bersama keluarga, dan lainnya, karena itulah saat pacaran kita kehilangan yang lain dan seolah hanya memiliki dirinya. Itulah penyebab mengapa dunia kita seakan berakhir saat hubungan kita dengan pacar berakhir.

Jadi maksud saya adalah kita boleh menjalin hubungan dengan seseorang yang kita cintai namun jangan pernah kita menjauhi apa yang selama ini dekat dengan kita.


Remember, 'there's still life after a love ends.'



^^

Sabtu, 26 Maret 2011

If There's a 'next' Button in My Life


Waktu saya masih anak-anak hidup itu kayanya indah banget, tiap hari cuma main, nonton film kartun, makan udah gitu tidur. Nah, sekarang pas uda SMA kayanya uda ga ada waktu buat main-main lagi, kebanyakan ngerjain tugas lah, urusan osis lah, belum ulangan-ulangan yang beruntun.
Tapi di balik itu semua ada masa-masa SMA yang sebenarnya berkesan banget. SMA itu bisa dibilang masa-masa kita seru-seruan bareng temen-temen dan pacar. Yup, berasa kena karma sih sebenernya, soalnya dulu waktu masih SMP ngeliat kakak yang uda SMA kerjaan nya cuma pergi keluyuran sama temen-temennya saya ngomel-ngomel mulu sama dia, hehehe.
Sekarang saya bisa ngerasain deh apa yang kakak saya rasain, gimana kayanya pergi seru-seruan sama temen itu udah menjadi kewajiban tiap minggu (kalau bisa sih tiap hari) yang harus dilaksanakan. Kata anak-anak SMA sih kalau ada pertemanan, pasti ada percintaan. Ya, siapa la yah yang ga kenal kata 'cinta' di zaman sekarang ini? Anak-anak SD aja uda bisa pacaran sekarang, hehehe. Ia pacaran juga ikut meramaikan dunia SMA saya dan teman-teman SMA yang lain.

Kok kayanya dunia SMA itu seneng-seneng banget ia?
Ga juga kok, sebenernya banyak masalah atau konflik yang terjadi di tengah-tengah masa SMA hanya itulah para remaja, hehe. Kami para remaja terbiasa buat menyampingkan atau menunda segala sesuatu yang kita ga suka. Makanya kalau ada masalah kita hanya bisa lari dari masalah itu, atau biasa mengatakan, "Dunia itu ga adil banget."
Ya namanya juga jiwa muda la yah, hehehe. Saya pribadi juga pernah atau bisa dibilang 'sedang' mengalaminya, saat saya senang, saya merasa dunia ini sangat adil.
Saat saya sedang mengalami permasalahan saya sering berkata, "Dunia sungguh tak adil." Saat-saat begitu yang saya sering lakukan hanyalah ngetweet, twitteran ga pernah berusaha buat nyelesain masalah itu sendiri atau intropeksi diri. Sampai suatu hari terlintas di pikiran saya sebuah kalimat, 'If there's a 'next button' in my life.' Itulah pemikiran saya saat itu, bagaimana indahnya jika ada next button di hidup ini. Saat ada masalah tinggal klik deh tombol next dan saya tidak akan merasakan bahwa dunia itu tidak adil.
Namun hidup ini bukanlah sebuah permainan yang bisa kita ulang berapa kali, bukan pula sebuah film yang bisa kita 'next' dan 'previous'. Hal-hal yang terjadi di dalam hidup ini ga akan terjadi untuk kedua kalinya, termasuk semua masalah-masalah yang hadir menghiasi hidup ini.
Saya pernah dengar sebuah kalimat bahwa terkadang kita belajar untuk menjadi lebih dewasa dari masalah-masalah yang kita hadapi kemarin.

Stop saying, "I want to refresh my mind, delete all my problem, undo all my mistakes and save the happy moment."


Jadi inti dari tulisan saya hari ini adalah jangan pernah lari dari masalah yang kita hadapi sekarang ini. Ingatlah bahwa kita hidup untuk menyelesaikan segala persoalan kehidupan kita, bukan untuk lari darinya ^^ .



"I cannot believe that the purpose of life is to be "happy." I think the purpose of life is to be useful, to be responsible, to be compassionate. It is, above all, to matter and to count, to stand for something, to have made some difference that you lived at all." (Leo C. Rosten)



^^