^^

Sabtu, 26 Maret 2011

If There's a 'next' Button in My Life


Waktu saya masih anak-anak hidup itu kayanya indah banget, tiap hari cuma main, nonton film kartun, makan udah gitu tidur. Nah, sekarang pas uda SMA kayanya uda ga ada waktu buat main-main lagi, kebanyakan ngerjain tugas lah, urusan osis lah, belum ulangan-ulangan yang beruntun.
Tapi di balik itu semua ada masa-masa SMA yang sebenarnya berkesan banget. SMA itu bisa dibilang masa-masa kita seru-seruan bareng temen-temen dan pacar. Yup, berasa kena karma sih sebenernya, soalnya dulu waktu masih SMP ngeliat kakak yang uda SMA kerjaan nya cuma pergi keluyuran sama temen-temennya saya ngomel-ngomel mulu sama dia, hehehe.
Sekarang saya bisa ngerasain deh apa yang kakak saya rasain, gimana kayanya pergi seru-seruan sama temen itu udah menjadi kewajiban tiap minggu (kalau bisa sih tiap hari) yang harus dilaksanakan. Kata anak-anak SMA sih kalau ada pertemanan, pasti ada percintaan. Ya, siapa la yah yang ga kenal kata 'cinta' di zaman sekarang ini? Anak-anak SD aja uda bisa pacaran sekarang, hehehe. Ia pacaran juga ikut meramaikan dunia SMA saya dan teman-teman SMA yang lain.

Kok kayanya dunia SMA itu seneng-seneng banget ia?
Ga juga kok, sebenernya banyak masalah atau konflik yang terjadi di tengah-tengah masa SMA hanya itulah para remaja, hehe. Kami para remaja terbiasa buat menyampingkan atau menunda segala sesuatu yang kita ga suka. Makanya kalau ada masalah kita hanya bisa lari dari masalah itu, atau biasa mengatakan, "Dunia itu ga adil banget."
Ya namanya juga jiwa muda la yah, hehehe. Saya pribadi juga pernah atau bisa dibilang 'sedang' mengalaminya, saat saya senang, saya merasa dunia ini sangat adil.
Saat saya sedang mengalami permasalahan saya sering berkata, "Dunia sungguh tak adil." Saat-saat begitu yang saya sering lakukan hanyalah ngetweet, twitteran ga pernah berusaha buat nyelesain masalah itu sendiri atau intropeksi diri. Sampai suatu hari terlintas di pikiran saya sebuah kalimat, 'If there's a 'next button' in my life.' Itulah pemikiran saya saat itu, bagaimana indahnya jika ada next button di hidup ini. Saat ada masalah tinggal klik deh tombol next dan saya tidak akan merasakan bahwa dunia itu tidak adil.
Namun hidup ini bukanlah sebuah permainan yang bisa kita ulang berapa kali, bukan pula sebuah film yang bisa kita 'next' dan 'previous'. Hal-hal yang terjadi di dalam hidup ini ga akan terjadi untuk kedua kalinya, termasuk semua masalah-masalah yang hadir menghiasi hidup ini.
Saya pernah dengar sebuah kalimat bahwa terkadang kita belajar untuk menjadi lebih dewasa dari masalah-masalah yang kita hadapi kemarin.

Stop saying, "I want to refresh my mind, delete all my problem, undo all my mistakes and save the happy moment."


Jadi inti dari tulisan saya hari ini adalah jangan pernah lari dari masalah yang kita hadapi sekarang ini. Ingatlah bahwa kita hidup untuk menyelesaikan segala persoalan kehidupan kita, bukan untuk lari darinya ^^ .



"I cannot believe that the purpose of life is to be "happy." I think the purpose of life is to be useful, to be responsible, to be compassionate. It is, above all, to matter and to count, to stand for something, to have made some difference that you lived at all." (Leo C. Rosten)



^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar